Jumat, 27 Januari 2017

Mengatasi Rasa Takut

contoh publik speaking, cara public speaking yang baik dan benar, materi publik speaking ,publik speaking adalah ,contoh materi public speaking ,publik speaking untuk pemula ,contoh teks publik speaking


Bagaimana Mengatasi Rasa Takut Saat Berbicara di Depan Publik?




Ketakutan sebetulnya hal yang wajar dan alami karena merupakan bagian dari emosi. Emosi itu bersifat positif. Namun, emosi baru menjadi negatif kalau diluapkan tidak pada tempatnya dan tidak menyelesaikan masalah, yang justru membuat masalah baru.

Penyesuaian Diri
Ketakutan umumnya adalah tanda dari ketidakbiasaan melakukan sesuatu. Penyesuaian diri bisa dilakukan dengan dua cara:

Secara Fisik
Datanglah lebih awal untuk mengecek segala sesuatu.

Secara Mental dan Pikiran
Tubuh dan Pikiran adalah satu paket. Tidak nyaman pada salah satunya dapat mengubah keduanya.

Pernapasan
Secara logika saat seseorang merasa takut, napas yang ditarik menjadi pendek. Apalagi kebanyakan orang melakukan pernapasan dada, yang tidak banyak menarik oksigen. Hal itu dapat menyebabkan tubuh menjadi dingin, pucat dan gemetar dan oksigen tidak secara maksimal masuk kedalam otak bisa terjadi kebingungan atau “blank”. Oleh karena itu ketika Anda takut bernapaslah menggunakan perut Anda, dengan cara:

Taruh tangan kanan di atas perut
Tarik napas dengan hidung
Rasakan perut Anda mengembung saat Anda menarik napas
Embuskan napas perlahan-lahan dengan mulut
Rasakan perut Anda mengempis saat napas diembuskan atau dikeluarkan.
Perubahan Bahasa Tubuh
Dengan mengubah bahasa tubuh kita bisa mengubah emosi dan kondisi pikiran, caranya:

Ubah napas (gunakan pernapasan perut)
Ubah arah (lihat ke atas)
Tersenyum walau dipaksakan
Gunakan bahasa tubuh terbuka
Busungkan dada
Berdiri tegak
Lompat-lompat
Pemanasan
Pemanasan yang Anda lakukan adalah membicarakan topik yang akan Anda bicarakan dengan orang yang Anda kenal, misalnya teman Anda. Tidak perlu membuat mereka mengerti, yang Anda butuhkan adalah pemahaman apa yang akan Anda sampaikan

Penjangkaran atau Anchor
Selama ini Anda memiliki jangkar yang mungkin terbentuk secara tidak sengaja. Namun, dengan metode yang sama, kita bisa membuat jangkar secara sengaja, yang dimaksudkan untuk memunculkan memori dengan muatan emosi tertentu yang akan mengubah emosi saat ini. Saat Anda membutuhkan emosi percaya diri, picu jangkar Anda dengan mempertemukan jari tengah dan ibu jari kanan Anda. Secara fisiologis, tubuh Anda akan mengekspresikan bahasa tubuh percaya diri.



Demikian dari saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan

Penulis buku best seller Public Speaking Mastery.




Mau tingkatkan kemampuan public speaking anda ? Klik www.publicspeakingacademy.co.id

Menyenangkan Audiens Saat Berpidato

seminar public speaking, seminar public speaking jakarta, speak up's surabaya, training motivasi, training public speaking


“Saya bekerja untuk menghormati publik secara total dan mereka membayar saya untuk bekerja” Jose Mourinho

Salah satu tugas terpenting pembicara, selain menyampaikan ide-ide yang tertuang dalam berpidato adalah “memuaskan” audiens. Ada sejumlah cara untuk membuat audiens puas dengan training yang Anda selenggarakan, seperti hal berikut:

Game
Buatlah permainan kelompok untuk menjelaskan suatu hal. Setiap permainan yang Anda buat harus memiliki keterkaitan dengan game yang akan Anda lakukan. Permainan bisa dilakukan oleh dua atau tiga orang secara berkelompok.

Humor
Humor bisa berasal dari pengalaman Anda atau pengalaman orang lain, namun harus diingat bahwa jangan sampai humor yang Anda sampaikan mengandung unsur SARA.

Libatkan Panca Indera Audiens (visual, auditory, kinestetik)
Manusia memasukkan informasi melalui pancaindra. Dari kelima indra itu ada “kegemaran” sebagai tempat masuk informasi terbanyak. 55% indra penglihatan (visual), 37% indra pendengaran (auditory), dan 8% indra gerak (kinestetik). Karena Audiens Anda terdiri atas tiga tipe ini, setiap presentasi Anda harus melibatkan ketiga indra tersebut, misal:

Membuat Slide presentasi
Menyisipkan viedo dalam presentasi
Memutar lagu saat memulai acara, diskusi, jeda, maupun selesai acara
Menyiapkan cerita atau kisah yang menyentuh sebagai inspirasi
Buat audiens banyak bergerak, dengan senam atau melompat-lompat.
Cerita
Kumpulkan cerita-cerita motivasi, seperti kisah orang yang sukses di bidang tertentu, yang bisa Anda gunakan untukn menambah “bumbu” dalam menciptakan gambar di benak audiens. Anda pasti pernah mendengar kata-kata berikut:

“Kepalaku seperti mau pecah”

“Aku bahagia seperti burung berkicau”

“Hidup itu ibarat semamngkuk buah ceri”

Itulah metafora, yang memberikan makna dan intensitas emosional yang lebih besar. Apakah metafora itu? Metafora itu symbol, dan karenanya bisa menciptakan intensitas emosional yang lebih cepat dan lengkap daripada kata-kata tradisional yang kita gunakan. Cara membangun metafora:

Identifikasi masalah secara jelas
Cari karakter dan struktur dari masalah itu
Cari situasi yang setara/seimbang
Cari solusi yang berbentuk pelajaran
Ketika menggunakan metafora dalam berkomunikasi, Anda mendapat beberapa manfaat diantaranya:

Merangsang kreatifitas
Menciptakan kegembiran
Membangkitkan emosi
Memberi pencerahan
Memberi perhatian
Menciptakan kesenangan hidup



Demikian dari saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan

Penulis buku best seller Public Speaking Mastery.




Mau tingkatkan kemampuan public speaking anda ? Klik www.publicspeakingacademy.co.id

Berbicara dengan Power dan Percaya Diri

public speaking academy surabaya, sekolah presenter anak di surabaya, probest surabaya, kursus penyiar radio surabaya, sekolah kepribadian di surabaya, speak up's surabaya,pelatihan public speaking jakarta


Mengapa Anda perlu berbicara dengan Power dan Percaya Diri?


Bicara dengan power dan keyakinan akan menyediakan kombinasi unik dari tips, taktik, dam saran Anda dapat menerapkan langsung untuk menjadi seorang pembicara dalam seminar public speaking yang lebih kuat. Misalnya Anda akan belajar bagaimana :

1. Mengirim sinyal nonverbal yang tepat dalam situasi apapun.

2. Minimalkan kecemasan dan memaksimalkan kepercayaan diri.

3. Jadilah speaker public yang efektif, bahkan jika Anda benci berbicara didepan umum.

4. Gunakan bahasa yang jelas dan tepat untuk mendapatkan dan mempertahankan perhatian para Audience.

5. Tangani Audience dan pertanyaan-pertanyaan sulit.

6. Hindari kesalahan umum dalam wacana Anda.

7. Dapatkan pesan Anda kepada media dan banyak lagi.

Semua informasi dalam berbicara dengan powerfull dan percaya diri disajikan langsung, tanpa basa-basi gaya sehingga Anda dapat mulai menerapkannya dan mendapatkan hasil yang luar biasa.

Ada tiga unsur dalam setiap pertemuan komunikatif yang dapat memaksimalkan peluang Anda untuk sukses, jika Anda mengelolanya dengan baik– Anda, pesan, dan situasi. Berbicara dengan power dan percaya diri memeriksa masing-masing unsur dan menunjukkan Anda bagaimana mengelola itu sehingga  Anda akan mendapatkan keuntungan komunikatif di hampir setiap menghadapi public.

1. Memaksimalkan Pribadi Komunikatif Power Anda. Berbicara dengan power dan percaya diri adalah tentang Anda– Itu adalah tentang sinyal yang Anda kirim bahkan sebelum Anda mengucapkan sepatah kata. Anda akan belajar bagaimana bahasa tubuh, mata, gerak tubuh, dan bahkan keheningan dapat membantu Anda untuk menang. Anda akan belajar bagaimana meningkatkan variasi dan kualitas voice Anda merupakan bagian penting dari membuat hanya kesan yang tepat pada para Audience. Kecemasan merupakan hambatan yang tangguh mencegah banyak orang untuk mencapai tujuan mereka. Jika Anda salah satu dari banyak orang yang lebih suka menghadapi kematian daripada berbicara didepan umum, Anda akan belajar bagaimana mengelola kecemasan Anda dan membangun lebih percaya diri dalam semua pertemuan interpersonal Anda.

Bersambung…



Salam Hebat

Ongky Hojanto
Founder Motivator ACademy & Public Speaking Academy

Inspirator Sukses no 1 Indonesia (versi majalah info bisnis Internasional)


Yuk, ngobrol bersama saya? FOLLOW saya di twitter: @ongkyhojanto. Atau, LIKE saya di facebook

Jeda dan pengaruhnya dalam praktek public speaking

Jeda dan Pengaruhnya


belajar public speaking,motivator pembicara seminar,seminar public speaking,seminar public speaking jakarta,training motivasi,training public speaking



Dalam pidato publik, jeda bukan semata-mata diam―tetapi diam yang sengaja dilakukan agar pidato memberi kesan bagi audiensi. Salah satu metode yang paling penting untuk mengembangkan kekuatan berbicara didepan umum adalah memberi jeda kata atau frasa penting. Konsentrasi menjadi kata penting dalam sebuah pidato, tidak ada jeda yang tepat sasaran tanpa adanya konsentrasi.

1. Jeda Memungkinkan Pembicara Mengumpulkan Kekuatan Sebelum Menyampaikan Gagasan Penting.

Gunakan logika yang sama di dalam pikiran Anda, jika Anda ingin menyampaikan gagasan yang sangat efektif, beri jeda sebelum mengucapkannya. Konsentrasikan kekuatan pikiran Anda. Bicara adalah perak, diam adalah emas. Diam disebut sebagai “bapak dari pidato”.

2. Jeda Mempersiapkan Pikiran Pendengar untuk Menerima Pesan Anda.

Gerakan yang paling sempurna adalah irama. Bagian dari irama adalah jeda. Jeda memberi kesempatan bagi audiens Anda untuk mengistirahatkan dan membarui kekuatan perhatiannya. Apa yang Anda ucapkan setelah diam sejenak, akan memiliki kekuatan atau pengaruh yang lebih besar.

3. Jeda Menghasilkan Efek Ketegangan yang Efektif.

Ketegangan memiliki andil besar atas ketertarikan kita terhadap kehidupan, begitu juga dengan pidato Anda. Jeda merupakan instrument berharga di tangan seorang pembicara terlatih untuk membangkitkan dan mempertahankan ketegangan.

4. Jeda Setelah Gagasan Penting: Memberi Waktu bagi Audiensi Untuk Menyerapnya.

Sebuah pidato, sama seperti hujan, tidak akan menyerap ke dalam pikiran pendengar jika disampaikan terlalu cepat. Jika Anda sudah menyampaikan gagasan besar kepada audiensi, beri jeda selama beberapa detik untuk membiarkan mereka memikirkannya. Perhatikan seperti apa pengaruhnya. Setelah mereka menyerap gagasan yang Anda sampaikan, Anda sudah bisa kembali menyampaikan ide-ide lain terkait materi pidato Anda. Jangan terburu-buru. Anda memiliki waktu yang sangat banyak. Audiensi Anda akan menunggu Anda. Diam adalah salah satu hal yang paling mengesankan di dunia. Kuasailah, dan manfaatkan melalui penggunaan jeda.

Gagasan lebih penting daripada tanda baca. Itu yang harus memandu Anda dalam menggunakan jeda. Jangan salah membedakan antara jeda untuk aksentuasi dan jeda alami yang muncul akibat menarik napas dan pengucapan kata-kata.



Demikian dari saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan

Penulis buku best seller Public Speaking Mastery.




Mau tingkatkan kemampuan public speaking anda ? Klik www.publicspeakingacademy.co.id

Kebenaran Tentang Bahasa Tubuh


Kebenaran Tentang Bahasa Tubuh



Bahasa tubuh merupakan ekspresi lahiriah dari kondisi batin. Pembicara yang pikiran dan perasaannya mengalir bagai mata air pegunungan di dalam dirinya tidak akan terlalu kesulitan mengungkapkan bahasa tubuhnya, hanya perlu diarahkan agar vpenggunaannya tepat.

1. Bahasa Tubuh yang Semata-mata Menarik Perhatian adalah Bahasa Tubuh yang Buruk.

Tujuan bahasa tubuh adalah untuk menyampaikan pikiran dan perasaan Anda kepada benak dan  hati para pendengar Anda. Perubahan sikap tubuh bisa menjadi bahasa tubuh yang paling efektif. Bahasa tubuh yang sejati dihasilkan oleh semangat yang sejati.

2. Bahasa Tubuh Seharusnya Timbul Akibat Momentum.

Evaluasi bahasa tubuh Anda, perhatikan mana yang tidak berguna, kasar, dan aneh, atau bahasa tubuh mana yang lebih baik tidak boleh dan boleh ditampilkan pada kesempatan berikutnya. Memahami diri sendiri sangat berbeda dengan menyadari diri sendiri. Anda haru smampu membedakannya dengan baik agar bisa mengembangkan bahasa tubuh yang spontan dan tetap terus-menerus melatihnya.

3. Hindari Bahasa Tubuh yang Monoton.

Seefektif apapun satu bahasa tubuh, jangan gunakan terlalu sering. Kemonotonan akan menghancurkan keindahan dan kekuatan.

4. Gerakan yang Tidak Penting Justru Melemahkan.

Kegelisahan bukanlah ekspresi. Semakin banyak gerakan yang tidak berguna justru semakin mengalihkan perhatian audiensi dari apa yang sedang Anda ucapkan. Secara alami, perhatian kita akan teralihkan oleh objek yang sedang bergerak.

5. Bahasa Tubuh Harus Mendahului atau Serempak dengan Ucapan.

Lady Machbeth mengatakan “Perlihatkan keramahan melalui mata Anda, tangan Anda dan lidah Anda”. Membalik urutan ini berarti Anda memperlihatkan lelucon.

6. Jangan Membuat Gerakan yang Mengentak-entak.

Biarkan gerakan-gerakan Anda terbiasa mengalir dengan luwes dari bahu,  bukan dari siku. Namun, jangan melakukan gerakan ekstrem atau gerakan yang menimbulkan kesan kelesuan. Bubuhi bahasa tubuh Anda dengan sedikit “sengatan” dan semangat.

7. Mimik Wajah Juga Penting.

Gerakan otot-otot wajah bisa menjadi jauh lebih penting daripada gerakan tangan. Mata disebut sebagai jendela jiwa. Melalui mata, terpancar cahaya pikiran dan perasaan kita.

8. Jangan Menggunakan Bahasa Tubuh Secara Berlebihan.

Jangan takut kepada orang yang mengacung-acungkan tangan seraya meneriakkan amarahnya. Namun, orang yang bersikap tenang, pandangan berapi-api. Wajah merah padam, mungkin akan menghancurkan Anda. Banyak bicara bukanlah kekuatan. Cermati prinsip ini pada alam dan praktikkan dalam penyampaian pidato Anda.

9. Sikap Tubuh.

Sebenarnya, sikap tubuh yang ditampilkan di hadapan audiensi merupakan bagian dari bahasa tubuh. Hanya, sikap tubuh harus sesuai, bukan dengan aturan-aturan, tetapi dengan semangat yang ingin disampaikan melalui pidato dan kesempatan itu. Jangan berdiri dengan kedua tumit menempel seperti tentara, juga berdiri dengan kaki melebar seperti polisis lalu lintas. Bersikaplah dengan baik dan bersahaja.

Jadi, menguasai kekuatan, ketenangan, keluwesan, dan keeleganan tubuh merupakan dasar dari bahasa tubuh yang baik, karena elemen-elemen tersebut merupakan tanda-tanda vitalitas. Tanpa vitalitas, pembicara tidak akan memiliki kekuatan. Jangan terus-menerus berdiri dalam sikap tubuh yang sama. Sealami apapun bahasa tubuh Anda, masih ada kemungkinan untuk meningkatkannya.





Demikian dari saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan

Penulis buku best seller Public Speaking Mastery.




Mau tingkatkan kemampuan public speaking anda ? Klik www.publicspeakingacademy.co.id

Topik dan persiapan sebelum berpidato



Bagaimana Cara Menyusun Topik dan Persiapan Sebelum Berpidato?

Informasi terdiri dari sebuah fakta atau sekelompok fakta, pengetahuan adalah informasi yang diorganisasikan―pengetahuan mengetahui fakta terkait dengan fakta lain. Hal yang penting adalah Anda harus mengatur semua kekuatan Anda untuk menerima semua hal tentang diri Anda dengan tujuan menghubungkan dan menyimpan semua informasi itu untuk digunakan saat berbicara didepan publik. Jika mata Anda terus waspada, Anda akan terus menemukan berbagai fakta, ilustrasi, dan gagasan tanpa perlu mencarinya.

1. Mengatur Waktu dalam Persiapan

Jangan buang waktu Anda dengan cara yang tidak menghasilkan keuntungan apapun. Namun, janganlah nasihat ini menghancurkan nilai rekreasi, pastikan bahwa saat berekreasi sekali pun, Anda masih mampu menciptakan kembali.

2. Memilih Topik

Topik dan Bahan sangat mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pilihan melalui penentuan adalah proses yang sangat berbeda.

3. Menentukan Materi Topik

Sesungguhnya, pertimbangan sama yang memandu Anda saat memilih sebuah tema akan memandu Anda dalam memilih materi. Apa yang harus dikatakan oleh siapa, dan dalam berbicara didepan publik.

4. Pertanyaan Tentang Proporsi

Pengaturan proporsi dalam pidato dicapai dengan penyesuaian waktu yang baik. Hal lain yang penting adalah, bagian manakah dari pidato Anda yang menuntut penekanan paling besar.

5. Menyentuh Sumber Asli

Cobalah hidup diantara orang-orang yang melakukan aktifitas yang berarti, tajamkan mata, dan tegakkan telinga serta buka pikiran dan hati untuk menyerap kebenaran. Kemudian, ceritakan hal-hal yang Anda ketahui, seolah-olah Anda mengenalnya. Dunia akan mendengarkan, karena dunia sangat menyukai kehidupan nyata.

6. Cara Menggunakan Perpustakaan

Bacalah buku satu persatu dan lihat daftar isi dan indeks. Dalam mencari topik, jangan berkecil hati jika tidak menemukannya di indeks atau tidak diuraikan dalam daftar isi. Anda pasti akan menemukan beberapa bahan dari judul terkait.

7. Membuat Garis Besar Pidato

Tidak seorang pun dapat menentukan cara terbaik mempersiapkan catatan untuk sebuah pidato. Jangan biarkan siapapun memaksa Anda mengikuti cara-nya, tetapi jangan sampai mengabaikan untuk mempertimbangkan caranya, karena mungkin caranya lebih baik dari cara Anda sendiri.

8. Menulis dan Revisi

Tahap akhir adalah penyelarasan, revisi–menelaah kembali, karena pidato bukanlah sebuah esai dan sesuatu yang mampu meyakinkan serta membangkitkan seseorang belum tentu terasa pada orang lain.

9. Judul

Seringkali, hal terakhir yang terasa masuk akal adalah hal yang pertama kali muncul, yaitu judul atau nama pidato. Apapun motif pemilihannya, usahakan agar judul menjadi segar, pendek, cocok untuk topic, dan kemungkinan besar akan membangkitkan minat.





Demikian dari saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan

Penulis buku best seller Public Speaking Mastery.




Mau tingkatkan kemampuan public speaking anda ? Klik www.publicspeakingacademy.co.id

Kamis, 26 Januari 2017

Efisiensi Melalui Intonasi | Belajar Public Speaking

Efisiensi Melalui Intonasi


Seperti yang kita ketahui, kita menggunakan intonasi untuk memperlihatkan posisi relatif bunyi vokal–seperti tinggi, sedang, rendah, atau variasi intonasi lainnya. Dalam berpidato, kita harus menerapkannya tidak hanya dalam ucapan tunggal, seperti kata seru atau kata bersuku satu (Oh! atau yang), tetapi bisa juga didalam kelompok suku kata, kelompok kata, dan bahkan dalam kalimat-kalimat yang bisa dipidatokan dalam nada tunggal.

Berikut adalah situasi-situasi dimana para pembicara seminar harus melakukan variasi intonasi:

1.Setiap perubahan gagasan tentu memerlukan perubahan Intonasi. Entah secara sadar, setengah sadar ataupun tidak sadar sama sekali, aturan ini merupakan dasar yang logis dalam pembuatan variasi-variasi nada suara yang tepat, meskipun aturan ini sering dilanggar oleh para pembicara dibandingkan dengan aturan lainnya. Jika pembicara melanggar aturan ini akan langsung menerima konsekuensinya, yaitu dengan kehilangan keefektifitasannya. Perubahan intonasi merupakan sebuah batu sandungan bagi hampir semua pembicara pemula dan juga bagi banyak pembicara berpengalaman. Hal ini berlaku terlebih saat skrip pidato sudah dihafal.



2.Perubahan intonasi secara kontinu merupakan metode alam paling hebat. Anak kecil jarang berbicara dengan intonasi yang monoton. Amati percakapan-percakapan anak kecil yang Anda dengar dijalan atau dirumah, lalu perhatikan intonasinya yang terus-menerus berubah. Pidato spontan yang kebanyakan orang dewasa lakukan juga dipenuhi dengan variasi intonasi yang menarik.

Berlatihlah hingga pengucapan Anda bisa membuat orang lain diruangan berpikir bahwa Anda sedang membicarakan kejadian yang sesungguhnya dengan seorang teman dan bukan sedang mengucapkan monolog yang sudah dihafal.



3.Perubahan intonasi menghasilkan aksentuasi. Ini merupakan pernyataan yang sangat penting. Variasi intonasi mempertahankan ketertarikan pendengar. Untuk menarik perhatian Anda bisa mengubah intonasi suara Anda secara tiba-tiba dan pada tingkat yang jelas. Perbedaan selalu menarik perhatian banyak orang.

Dengan mengubah intonasi secara mendadak saat berbicara bisa menghasilkan aksentuasi yang bagus dan meningkatkan urgensi pertanyaan yang diajukannya.
  

"Saat mencoba perbedaan-perbedaan intonasi ini, kita perlu menghindari intonasi yang berlebihan agar tidak terdengar menjengkelkan."



Ingin Mengundang Ongky Hojanto untuk seminar dan Training di perusahan anda? Hub 0811 349 0909.