Kebenaran Tentang Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh merupakan ekspresi lahiriah dari kondisi batin.
Pembicara yang pikiran dan perasaannya mengalir bagai mata air pegunungan di
dalam dirinya tidak akan terlalu kesulitan mengungkapkan bahasa tubuhnya, hanya
perlu diarahkan agar vpenggunaannya tepat.
1. Bahasa Tubuh yang Semata-mata Menarik Perhatian adalah
Bahasa Tubuh yang Buruk.
Tujuan bahasa tubuh adalah untuk menyampaikan pikiran dan
perasaan Anda kepada benak dan hati para
pendengar Anda. Perubahan sikap tubuh bisa menjadi bahasa tubuh yang paling
efektif. Bahasa tubuh yang sejati dihasilkan oleh semangat yang sejati.
2. Bahasa Tubuh Seharusnya Timbul Akibat Momentum.
Evaluasi bahasa tubuh Anda, perhatikan mana yang tidak
berguna, kasar, dan aneh, atau bahasa tubuh mana yang lebih baik tidak boleh
dan boleh ditampilkan pada kesempatan berikutnya. Memahami diri sendiri sangat
berbeda dengan menyadari diri sendiri. Anda haru smampu membedakannya dengan
baik agar bisa mengembangkan bahasa tubuh yang spontan dan tetap terus-menerus
melatihnya.
3. Hindari Bahasa Tubuh yang Monoton.
Seefektif apapun satu bahasa tubuh, jangan gunakan terlalu
sering. Kemonotonan akan menghancurkan keindahan dan kekuatan.
4. Gerakan yang Tidak Penting Justru Melemahkan.
Kegelisahan bukanlah ekspresi. Semakin banyak gerakan yang
tidak berguna justru semakin mengalihkan perhatian audiensi dari apa yang
sedang Anda ucapkan. Secara alami, perhatian kita akan teralihkan oleh objek
yang sedang bergerak.
5. Bahasa Tubuh Harus Mendahului atau Serempak dengan
Ucapan.
Lady Machbeth mengatakan “Perlihatkan keramahan melalui mata
Anda, tangan Anda dan lidah Anda”. Membalik urutan ini berarti Anda
memperlihatkan lelucon.
6. Jangan Membuat Gerakan yang Mengentak-entak.
Biarkan gerakan-gerakan Anda terbiasa mengalir dengan luwes
dari bahu, bukan dari siku. Namun,
jangan melakukan gerakan ekstrem atau gerakan yang menimbulkan kesan kelesuan.
Bubuhi bahasa tubuh Anda dengan sedikit “sengatan” dan semangat.
7. Mimik Wajah Juga Penting.
Gerakan otot-otot wajah bisa menjadi jauh lebih penting
daripada gerakan tangan. Mata disebut sebagai jendela jiwa. Melalui mata,
terpancar cahaya pikiran dan perasaan kita.
8. Jangan Menggunakan Bahasa Tubuh Secara Berlebihan.
Jangan takut kepada orang yang mengacung-acungkan tangan
seraya meneriakkan amarahnya. Namun, orang yang bersikap tenang, pandangan
berapi-api. Wajah merah padam, mungkin akan menghancurkan Anda. Banyak bicara
bukanlah kekuatan. Cermati prinsip ini pada alam dan praktikkan dalam
penyampaian pidato Anda.
9. Sikap Tubuh.
Sebenarnya, sikap tubuh yang ditampilkan di hadapan audiensi
merupakan bagian dari bahasa tubuh. Hanya, sikap tubuh harus sesuai, bukan
dengan aturan-aturan, tetapi dengan semangat yang ingin disampaikan melalui
pidato dan kesempatan itu. Jangan berdiri dengan kedua tumit menempel seperti
tentara, juga berdiri dengan kaki melebar seperti polisis lalu lintas.
Bersikaplah dengan baik dan bersahaja.
Jadi, menguasai kekuatan, ketenangan, keluwesan, dan keeleganan
tubuh merupakan dasar dari bahasa tubuh yang baik, karena elemen-elemen
tersebut merupakan tanda-tanda vitalitas. Tanpa vitalitas, pembicara tidak akan
memiliki kekuatan. Jangan terus-menerus berdiri dalam sikap tubuh yang sama.
Sealami apapun bahasa tubuh Anda, masih ada kemungkinan untuk meningkatkannya.
Demikian dari saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan
Penulis buku best seller Public Speaking Mastery.
Mau tingkatkan kemampuan public speaking anda ? Klik
www.publicspeakingacademy.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar